Memasuki hari Senin, 22 Desember 2025, para pengguna jalan di ibu kota perlu mencermati kembali regulasi pembatasan kendaraan. Mengingat tanggal hari ini berakhir dengan angka genap, maka hanya mobil berpelat nomor genap boleh melintasi area tertentu pada jam sibuk. Memantau kabar berita Indonesia terbaru mengenai situasi jalanan menjadi krusial agar perjalanan anda tetap lancar tanpa hambatan tilang elektronik maupun manual.
Penerapan kebijakan ganjil genap Jakarta bertujuan menekan angka kemacetan luar biasa, terutama menjelang libur perayaan Natal dan Tahun Baru. Meski suasana liburan mulai terasa, pihak kepolisian tetap memberlakukan pengawasan ketat di 25 ruas jalan protokol. Mari kita bedah rincian jadwal serta lokasi operasionalnya demi kenyamanan mobilitas anda.
Waktu Operasional Ganjil Genap Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya menetapkan dua sesi waktu utama setiap hari kerja (Senin-Jumat). Pastikan kendaraan anda sesuai dengan angka terakhir pada pelat nomor sebelum memasuki zona terbatas ini:
- Sesi Pagi : Pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.
- Sesi Sore/Malam : Pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Di luar jam tersebut, seluruh jenis kendaraan bebas melintas tanpa mengikuti skema ganjil genap Jakarta tersebut.
Daftar 25 Ruas Jalan Terdampak
| No | Lokasi Ruas Jalan Utama | Status Wilayah |
| 1 | Jl. Pintu Besar Selatan | Jakarta Barat |
| 2 | Jl. Gajah Mada | Jakarta Pusat |
| 3 | Jl. Hayam Wuruk | Jakarta Pusat |
| 4 | Jl. Majapahit | Jakarta Pusat |
| 5 | Jl. Medan Merdeka Barat | Jakarta Pusat |
| 6 | Jl. MH Thamrin | Jakarta Pusat |
| 7 | Jl. Jenderal Sudirman | Jakpus – Jaksel |
| 8 | Jl. Sisingamangaraja | Jakarta Selatan |
| 9 | Jl. Panglima Polim | Jakarta Selatan |
| 10 | Jl. Fatmawati | Jakarta Selatan |
| 11 | Jl. Suryopranoto | Jakarta Pusat |
| 12 | Jl. Balikpapan | Jakarta Pusat |
| 13 | Jl. Kyai Caringin | Jakarta Pusat |
| 14 | Jl. Tomang Raya | Jakarta Barat |
| 15 | Jl. Jenderal S. Parman | Jakarta Barat |
| 16 | Jl. Gatot Subroto | Jaksel – Jaktim |
| 17 | Jl. MT Haryono | Jakarta Timur |
| 18 | Jl. HR Rasuna Said | Jakarta Selatan |
| 19 | Jl. DI Panjaitan | Jakarta Timur |
| 20 | Jl. Jenderal A. Yani | Jakarta Timur |
| 21 | Jl. Pramuka | Jakarta Timur |
| 22 | Jl. Salemba Raya Sisi Barat | Jakarta Pusat |
| 23 | Jl. Kramat Raya | Jakarta Pusat |
| 24 | Jl. Stasiun Senen | Jakarta Pusat |
| 25 | Jl. Gunung Sahari | Jakarta Pusat |
Berdasarkan laporan kabar berita Indonesia terbaru, berikut adalah daftar lokasi penyekatan serta pengawasan kamera ETLE guna mendukung kelancaran arus lalu lintas :
Tips Menghindari Sanksi Pelanggaran
Mengetahui mekanisme ganjil genap Jakarta secara detail sangat membantu para pengemudi menyusun rute alternatif. Jika kendaraan anda berpelat ganjil, sebaiknya manfaatkan transportasi publik seperti MRT, LRT, atau TransJakarta agar tiba di tujuan tepat waktu. Petugas di lapangan tidak segan memberikan sanksi denda maksimal Rp500.000 bagi pelanggar aturan ini.
Setiap perubahan mendadak terkait kebijakan biasanya diumumkan melalui kanal kabar berita Indonesia terbaru atau media sosial resmi Dishub DKI. Tetap waspada terhadap rambu lalu lintas terpasang di setiap akses masuk zona terbatas. Hindari menepi di bahu jalan tol hanya untuk menunggu waktu pembatasan berakhir, karena tindakan tersebut sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Pengecualian Kendaraan
Beberapa jenis armada memiliki hak istimewa melewati rute ganjil genap Jakarta tanpa terkena sanksi, antara lain :
- Kendaraan bertenaga listrik penuh.
- Ambulans dan mobil pemadam kebakaran.
- Angkutan umum (pelat kuning).
- Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara.
- Sepeda motor (masih bebas melintas di mayoritas ruas).
Ketaatan anda terhadap regulasi ganjil genap Jakarta memberikan kontribusi nyata bagi penurunan tingkat polusi udara sekaligus penguraian titik kepadatan di jantung kota. Selamat beraktivitas dan selalu utamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya.
